QRIS Bisa Dipakai di 8 Negara Mulai 2026, Ini Daftarnya

Irmanon Riandina . January 29, 2026


Foto: Xendit

Teknologi.id - Penggunaan pembayaran digital lintas negara kini semakin dekat dengan masyarakat Indonesia. Bank Indonesia (BI) memastikan layanan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS akan terus dikembangkan agar dapat digunakan di lebih banyak negara. Pada 2026, QRIS ditargetkan bisa dipakai di delapan negara dari berbagai kawasan dunia.

Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan BI dalam mendorong sistem pembayaran digital Indonesia agar semakin terintegrasi secara global. Dengan perluasan tersebut, masyarakat tidak perlu lagi menukar uang tunai ketika bepergian ke luar negeri, karena transaksi dapat dilakukan langsung melalui ponsel.

QRIS Tak Lagi Terbatas di Asia Tenggara

Foto: Youtube/Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa ekspansi QRIS kini tidak hanya menyasar negara-negara Asia Tenggara seperti sebelumnya. Jika sebelumnya QRIS telah digunakan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan negara selain Asia Tenggara seperti Jepang, maka cakupan wilayahnya akan diperluas ke negara-negara besar lainnya.

Pada acara peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Perry menyampaikan QRIS akan diperluas ke delapan negara. “QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, akan berlanjut ke China, Korea, India, dan juga Arab Saudi." ungkapnya.

Dengan perluasan ini, QRIS akan masuk ke kawasan Asia Timur, Asia Selatan, hingga Timur Tengah. Hal tersebut menjadi tonggak penting bagi sistem pembayaran nasional Indonesia di tingkat internasional.

Baca juga: Awas Penipuan QRIS Berkedok Refund Paket, Uang Bukannya Kembali Malah Melayang

Perjalanan QRIS Lintas Negara

Implementasi QRIS lintas negara bukanlah hal baru. Sistem ini pertama kali diterapkan di Thailand pada 2022, menjadikannya negara pertama yang terkoneksi dengan QRIS Indonesia. Setahun setelahnya, layanan tersebut diperluas ke Malaysia dan Singapura pada 2023. Jepang kemudian menyusul pada 2025, sekaligus memperluas jangkauan QRIS hingga Asia Timur.

Keberhasilan uji coba dan implementasi di beberapa negara tersebut menjadi dasar kuat bagi BI untuk melanjutkan ekspansi ke wilayah lain yang memiliki mobilitas tinggi masyarakat Indonesia.

China dan Korea Siap Digunakan Awal 2026

Untuk dua negara berikutnya, yakni China dan Korea Selatan, Bank Indonesia menargetkan implementasi dalam waktu dekat. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyebutkan bahwa kedua negara tersebut diproyeksikan mulai menggunakan QRIS pada kuartal I-2026.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih pada Rabu (21/1/2026).

Jika target tersebut tercapai, wisatawan Indonesia yang bepergian ke dua negara tersebut dapat melakukan transaksi pembayaran langsung menggunakan sistem pembayaran digital di dalam negeri.

India dan Arab Saudi Masih Tahap Persiapan

Sementara itu, untuk India dan Arab Saudi, BI belum menetapkan jadwal pasti kapan QRIS akan resmi digunakan. Meski demikian, persiapan teknis sudah mulai dilakukan. PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) telah ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk mempersiapkan pengembangan QRIS lintas negara ke kedua wilayah tersebut sejak akhir 2025.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, mengungkapkan bahwa penjajakan kerja sama telah dilakukan, terutama untuk mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia yang bepergian ke Arab Saudi.

“Kalau nanti naik haji atau umrah, tidak perlu lagi membawa uang tunai. Cukup tap-tap menggunakan QRIS,” ujarnya

Hal ini dinilai sangat relevan mengingat tingginya jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia setiap tahunnya.

Baca juga: QRIS Mendunia: Inovasi Pembayaran Indonesia Bikin Negara Maju Panas Dingin

Jumlah Pengguna QRIS Terus Melesat

Di dalam negeri, pertumbuhan QRIS menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 60 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 juta di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tak hanya dari sisi pengguna, nilai transaksi QRIS juga mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, transaksi QRIS tumbuh 139,99% secara tahunan, dari Rp659,9 triliun menjadi Rp1.486,8 triliun. Bank Indonesia pun memasang target ambisius untuk tahun-tahun berikutnya. Pada 2026, nilai transaksi QRIS ditargetkan mencapai Rp3.110,6 triliun, dan meningkat menjadi Rp5.674,3 triliun pada 2027.

Perluasan QRIS lintas negara dinilai bukan sekadar mempermudah transaksi wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global dan mampu menghubungkan aktivitas ekonomi Indonesia dengan dunia internasional.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News 


(ir/sa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar